Arteria Dahlan Gencarnya OTT Bukti Kegagalan KPK dalam Konteks Pencegahan
Arteria Dahlan Gencarnya OTT Bukti Kegagalan KPK dalam Konteks Pencegahan

makobar.com – Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan mengkritik gencarnya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu menyebut OTT KPK sebagai bentuk kegagalan lembaga antirasuah ini dalam melakukan pencegahan.

Hal itu disampaikan Arteria dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI dengan KPK di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

“Suksesnya KPK ini bukan banyaknya KPK tangkap orang. Ini adalah bukti kegagalan KPK dalam konteks pencegahan,” kata Arteria.

Arteria juga mempersoalkan penyebutan operasi tangkap tangan yang digunakan KPK. Dia bahkan menjelaskan perbedaan antara operasi tangkap tangan dan tangkap tangan. Arteria meminta pimpinan KPK memahami perbedaan antara kedua terminologi tersebut.

KPK Geledah Kantor Bupati Kutai Kartanegara

“Ini bahasa hukum, pahami. Ngeri kalau pimpinan KPK nggak ngerti bahasa hukum,” ujar Arteria.

Dia juga menyebut OTT yang dilakukan KPK seperti penjebakan. Arteria menganggap para tersangka yang ditangkap KPK melalui OTT sudah menjadi target operasi sebelumnya.

“Saya mohon di SOP-nya jangan katta OTT. Jangan OTT lah, Namanya penjebakan,” kata Arteria.

Bahkan, Arteria menyamakan cara kerja lembaga antirasuah itu seperti oknum polisi lalu lintas yang sengaja menunggu pengguna jalan yang salah untuk ditindak.

“Kalau kayak OTT itu hansip juga bisa melakukan OTT. Kalau nungguin orang salah saja. Bapak, Ibu menunggu kayak oknum Polantas. Nunggu di pinggir jalan,” ujar dia.

Karena itu, politisi PDI Perjuangan itu pun meminta KPK menjelaskan dengan gamblang perihal gencarnya OTT yang dilakukan beberapa waktu ini.

KPK Tetapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai Tersangka Gratifikasi

“Sebulan ini ada enam OTT. Saya ingin salah satu saja dibuktikan melakukan tindak pidana korupsi. Jangan bangga OTT,” kata Arteria.

Tak hanya itu, KPK pun juga diminta membuktikan bahwa OTT yang dilakukan pihaknya bukanlah suatu penjebakan kepada pihak yang sudah diincar sebelumnya.

Alasannya, kata Arteria dalam banyak kasus OTT, kuat dugaan bahwa KPK sudah bekerja sama dengan penyuap untuk menjerat suatu pihak. Namun, Arteria tidak menyebut dasar yang menjadi tuduhan yang dia sampaikan itu.

“Dilakukannya OTT saya minta uraikan itu SOP-nya. Tolong kasih tahu kami kalau ini bukan penjebakan. SOP kan diatur undang-undang tolong dibuktikan seperti itu,” kata Arteria.

“Tiba-tiba ditelepon, disuruh datang, begitu masuk ditangkap, beberapa kasus begitu padahal katanya OTT. Saya ingin katakan kata OTT diganti, namanya penjebakan. Walaupun saya ingatkan KPK tak punya kewenangan penjebakan,” ucap dia.