Home / News

Selasa, 4 Mei 2021 - 19:50 WIB

Antisipasi Peningkatan Kasus Kematian Covid-19,Gubernur Edy Rahmayadi Konsolidasikan Rumah Sakit se-Sumut

Antisipasi Peningkatan Kasus Kematian Covid-19,Gubernur Edy Rahmayadi Konsolidasikan Rumah Sakit se-Sumut

Antisipasi Peningkatan Kasus Kematian Covid-19,Gubernur Edy Rahmayadi Konsolidasikan Rumah Sakit se-Sumut

makobar.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengonsolidasikan seluruh rumah sakit yang ada di daerah ini, untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus kematian karena Covid-19 dan ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR). Diketahui, angka kematian saat ini sekitar 3,3%, sedangkan BOR sudah melampaui 60%.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat memimpin rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 dengan Rumah Sakit se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (4/5).

“Angka kematian harus diturunkan. Untuk itu, sinergi antar-rumah sakit dan pihak terkait sangat diperlukan. Makanya saya kumpulin bapak-bapak sekalian, untuk bertukar pikiran, untuk mengatasi ini kita juga harus bergandengan tangan,” kata Gubernur.

Baca Juga  Gelar Perkara Undang KPK, Hinca Apresiasi Kinerja Bareskrim Polri

Mengenai BOR, Gubernur akan menyiapkan cadangan isolasi apabila diperlukan. Serta mengharapkan agar penanganan pasien tidak tertumpuk di satu tempat, melainkan tersebar di sejumlah rumah sakit yang tersedia.

Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging Satgas Covid-19 Provinsi Sumut Restuti Hidayani Saragih mengatakan, ada faktor yang menyebabkan peningkatan angka kematian dan ketersediaan kamar isolasi. Antara lain, faktor penerapan protokol kesehatan masyarakat. “Penerapan protokol kesehatan adalah faktor dari eksternal rumah sakit,” katanya.

Menurut Restuti, saat ini semakin banyak varian virus Covid-19. Untuk itu, penyekatan wilayah diperlukan guna membatasi mobilitas warga, terutama saat libur Lebaran.

Direktur Operasional Rumah Sakit Murni Teguh Jong Khai mengatakan, kapasitas kamar di rumah sakit tersebut untuk isolasi Covid-19 sudah penuh. Karena itu, Ia mengharapkan sinergi antar-rumah sakit guna mengantisipasi pasien yang tidak tertampung. Sehingga seluruh pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik.

Baca Juga  Kesawan City Walk, Strategi Cerdas Bobby Nasution Kolaborasikan Potensi Kuliner dan Sejarah

Direktur Utama Rumah Sakit Haji Adam Malik Zainal Safri mengatakan, kematian yang tinggi bisa disebabkan oleh keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit. “Ada pasien yang datang ke rumah sakit memang yang kondisinya sudah berat, ada juga kiriman dari luar Kota Medan,” ujar Zainal

Ia mengusulkan ada sebuah grup atau tim besar dari berbagai rumah sakit yang berisikan bermacam dokter spesialis mulai dari paru-paru hingga penyakit dalam. Gunanya untuk saling membantu dalam menangani pasien yang kritis dan membutuhkan pertolongan segera.

Share :

Baca Juga

Syekh ali jaber

News

Breaking news: Syeikh Ali Jaber Meninggal Dunia
Korban Penembakan Bripka CS Tulang Punggung Keluarga (internet)

Hukum

Korban Penembakan Bripka CS Tulang Punggung Keluarga

News

Bakhtiar Bilang Zakat di Barus Mencapai Rp 2,4 Miliar per Tahun
Cimory Yogurt Squeeze, Pertama di Indonesia Dalam Bentuk Pouch yang Praktis

News

Cimory Yogurt Squeeze, Pertama di Indonesia Dalam Bentuk Pouch yang Praktis

News

Pasien Covid-19 di RS Royal Prima Bunuh Diri
Chord Gitar Aku Milikmu Malam Ini by Pongki Barata

Chord gitar

Chord Gitar Aku Milikmu Malam Ini by Pongki Barata
Ini Sederet Tugas Para Kapolda Baru dari Kapolri

Health

Ini Sederet Tugas Para Kapolda Baru dari Kapolri
Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian, SH (foto:ist)

News

Disbudpar Aceh Sukses Menggelar Pentas Didong 2021 “Pride Of Gayo”