Ustadz Ade Candra Darmawan didampingi kuasa hukumnya saat mengadu ke Polrestabes Medan karena menerima SMS berisi ancaman pembunuhan, di Medan, Senin (11/6).

Berita Medan – Ancaman yang dilakukan oleh sejumlah pihak terhadap Ustadz Ade Darmawan merupakan tindakan anarkis dalam menyikapi kekalahan politik. Hal tersebut biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berpandangan picik dan berkarakter pecundang.

Hal ini diungkapkan Praktisi Hukum Medan, Iskandar S, SH. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung pengaduan dan pelaporan atas perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan melalui SMS kepada Ustadz Ade Dermawan yang membongkar kebohongan seseorang. Iskandar mengatakan, sosok seperti Ustadz Ade harus dilindungi karena berani memberikan kebenaran kepada publik terkait berita bohong yang dilakukan untuk menutupi kekurangan dan kelemahan seseorang.

“Dia kan hanya menuliskan spanduk agar memilih pemimpin jujur. Bisa saja spanduk itu dituliskan karena banyak pemimpin kelas bubur. Jadi kalau karena persoalan seperti itu saja dibuat ancaman maka harus kita sadari bersama bahwa banyak orang-orang yang masih dangkal dalam berpolitik, serta hanya mengedepankan tindakan sadisme yang secara umum merugikan banyak orang, khususnya korban penerima ancaman,” jelasnya.

Bukan hanya Iskandar, praktisi hukum lainnya, Marihot SH juga mengatakan hal yang sama. Menurut Marihot tindakan ancaman yang diterima Ustad Ade Darmawan adalah tindakan sadis. Di mana warga Sumut harus melihat ini sebagai kekejian terhadap pemuka agama. Karena jika seorang pemuka agama saja berani diancam dengan bahasa-bahasa sadis seperti itu, maka masyarakat umum bisa mendapat ancaman yang jauh lebih sadis.

“Yang mengirimkan ancaman tidak punya otak. Masa pemuka agama yang seperti Ustaz Ade Darmawan diancam, karena membongkar kebohongan serta mengajak orang untuk memilih yang jujur. Pada dasarnyakan setiap pemuka agama memang harus membawa umat ke jalan yang lurus dan benar, bukan mendoakan pembohong yang suka menggadaikan iman,” katanya.

Sekadar untuk diketahui, Ustaz Ade Darmawan menerima pesan bernada ancaman yang disampaikan lewat Short Message Service (SMS) pada Senin (11/6/2018) pukul 09.49 WIB. Pada SMS yang diterima dari nomor 081262279707, dituliskan agar Ustaz Ade menurunkan spanduk di Jalan SM Raja yang berisikan ajakan untuk memilih pemimpin jujur. Namun, spanduk tersebut justru berujung adanya ancaman kepada Ustaz Ade Darmawan. Kepada salah satu media online Ustad Ade membeberkan isi ancaman tersebut yang dikirim dengan dua kali SMS, yakni:

SMS pertama: “Hei Jongos Cepat Kocabut Spanduk Pemimpin Jujur MU Itu. Udah Kami Gambar Posisimu Keluargamu, Siang Ini Koterima Balasan, Halal DarahMU DJONGOS !!”

SMS kedua: “Kami Tunggu Sampai Ashar, Kalau Tidak Koturunkan Spandukmu Di Makam Pahlawan, Malaikat Maut Akan Menjemptmu.”

Ustaz Ade mengatakan bahwa ancaman itu datang diduga karena dirinya mengungkap dugaan kebohongan salah satu Calon Gubernur Sumatera Utara yang beberapa minggu ini ramai dibicarakan masyarakat Sumut, baik itu di media sosial maupun di diskusi-diskusi warung kopi.

Dan, atas ancaman ini, Ustaz Ade yang juga Ketua Bidang Organisasi DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) telah melapor ke Polrestabes Medan yang tertuang dalam nomor laporan LP/1204/VI/2018/SPKT Restabes Medan.