Dua orang rekanan pelaku suap Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnain, pada Kamis (7/12/2017) mulai diadili di Pengadilan Tipikor Medan dan terancam 20 tahun penjara.
Dua orang rekanan pelaku suap Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnain, pada Kamis (7/12/2017) mulai diadili di Pengadilan Tipikor Medan dan terancam 20 tahun penjara.
makobar.com –┬áSuap Bupati Batubara, Dua Rekanan Didakwa 20 Tahun Penjara

MEDAN – Dua orang rekanan pelaku suap Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnain, pada Kamis (7/12/2017) mulai diadili di Pengadilan Tipikor Medan dan terancam 20 tahun penjara.

Kedua terdakwa tersebut, Syaiful Azhar dan Marigan Situmorang (berkas terpisah) di dakwa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menyuap untuk mendapatkan sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara. Salah satunya, proyek pekerjaan lanjutan peningkatan Jalan Labuhan Ruku Menuju Mesjid Lama Kecamatan Talawi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun anggaran 2017 dengan nilai Rp 3,3 dari nilai pagu sebesar Rp 3,4 Miliar.

Penuntut Umum KPK, Ikhsan Fernandi Z, saat ditemui wartawan seusai persidangan menjelaskan, terdakwa Syaiful menyerahkan uang kepada Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain senilai Rp 400 juta melalui Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Herdady. Sedangkan Marigan Situmorang yang mendapatkan dua proyek di Dinas PUPR menyerahkan uang sebesar Rp 3,7 Miliar dalam tiga tahapan kepada OK Arya melalui perantara pengusaha showroom Sujendi Tarsono alias Ayen.

Pada tahap pertama dan kedua, Maringan memberikan cek senilai Rp 1,5 miliar dan tahap ketiga transfer uang Rp 700 juta kepada Ayen yang merupakan teman dekat OK Arya Zulkarnain.

Baca Juga :

Dalam kasus ini, sebelum penyerahan uang ada beberapa kali pertemuan di sejumlah kawasan di Kota Medan, diantaranya Hotel Grand Kanaya, Pitstop Jalan Setia Budi dan Kafe Tremon Lippo Plaza Medan.

Sedangkan untuk ketiga terdakwa lainnya, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Herdady dan pengusaha showroom Sujendi Tarsono alias ayen dijadwalkan sidang pada awal bulan di 2018.

Dalam kasus ini keduanya dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UUU RI No 21 Tahun 2001 dan Subsidair Pasal 13 UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimanaa telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001.(mc/min)