Terdakwa Jo Hendal dan Darma, mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (ist)
Terdakwa Jo Hendal dan Darma, mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (ist)
makobar.com – Dua Terdakwa “Eksekusi” Kuna Dituntut 40 Tahun Penjara

MEDAN – Jo Hendal dan Darma terdakwa pembunuh Indra Gunawan alias Kuna, pemilik toko servis air softgun, masing-masing dituntut 20 tahun penjara, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (7/12/2017).

Kedua terdakwa, yakni Jo Hendal sebagai joki kereta yang membawa eksekutor pembunuh Kuna dan Darma berperan sebagai penerima uang pembayaran bagi eksekutor. Selain kedua terdakwa itu, Jaksa juga mengajukan tuntutan terhadap dua terdakwa lainnya yang terlibat dalam perkara pembunuhan tersebut.

Sementara kedua terdakwa lainnya yakni, Chandra alias Ayen dituntut 7 tahun penjara dan terdakwa John Marqum Lubis alias Ucok dengan pidana 3 tahun penjara. Kedua terdakwa ini, JPU menjerat UU Darurat dan Pasal 221 KUHPidana karena menyembunyikan atau menyimpan senjata api yang digunakan untuk membunuh Indra Gunawan.

Dalam nota tuntutannya, Jaksa Aisyah menyatakan terdakwa Jo Hendak dan Darma bersalah secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana sebagaimana Pasal 340 KUH Pidana dalam dakwaan primer.

Setelah mendengar nota tuntutan, Majelis Hakim menunda sidang hingga sepekan mendatang untuk pembelaan para terdakwa.

Untuk diketahui, Polrestabes Medan menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat kematian Indra Gunawan alias Kuna (45) yang menggemparkan warga Kota Medan lantaran dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senjata api di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, pada Rabu 18 Januari lalu.

Baca Juga :

Kemudian, petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, Minggu 22 Januari berhasil membekuk delapan orang tersangka pembunuh Kuna dari berbagai lokasi terpisah. Penangkapan yang berlangsung cepat itu, dan 2 tersangka tewas ditembak polisi.

Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang Medan Petisah berperan yang menyimpan senjata api, John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan, yang juga berperan menyimpam senjata api. Tersangka Wahyudi alias Culun (33) warga Jalan Karya Jaya Gang Karya Ikhlas Kecamatan Medan Johor, yang berperan membantu tersangka pemukulan kabur, dan M Muslim (31) warga Jalan Sampali Kelurahan Pandau Hulu Kecamatan Medan Area yang berperan membunuh karyawan korban tahun 2014 silam.

Sedangkan, dua tersangka yang tewas ditembak karena melawan saat ditangkap yakni Putra (31) yang berperan sebagai eksekutor penembak Kuna, dan seorang Ketua OKP di Petisah, Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru Medan, yang berperan mencari eksekutor dan menyusun skenario pembunuhan. Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti tiga pucuk senjata api jenis revolver. (mc/cu)