Terkait Penentuan Harga Gas Industri di Area Medan, KPPU Medan Putuskan PGN Bersalah, Denda Rp 9,9 Miliar
Terkait Penentuan Harga Gas Industri di Area Medan, KPPU Medan Putuskan PGN Bersalah, Denda Rp 9,9 Miliar

makobar.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan memutuskan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk bersalah dan dikenakan denda Rp. 9,9 miliar yang harus disetor ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha dengan kode penerimaan 423755.

Keputusan itu dibacakan Selasa (14/11) di Kantor Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Medan oleh Majelis Komisi KPPU terdiri dari Ketua Majelis Komisi Prof Dr Tresna P Soemardi, SE,MS, anggota Majelis Komisi R Kurnia Sya’ranie, SH,MH dan Drs Munrokhim Misanam, MA,Ec,PhD dibantu Jafar Alu Barsyan, SH, R. Arif Yulianto, SH dan Detica Pakasih, SH, MH masing-masing sebagai panitera. Sedangkan dari PGN, hadir Total Counsulting Law Firm Jackson dan Yahdi Salampessy.

Soal Tekor Rp 9 Triliun, Dirut BPJS Kesehatan: Itu Salah

Ketua Majelis Komisi Prof Dr Tresna P Soemardi, SE, MS usai sidang kepada wartawan menjelaskan denda yang dikenakan ke PGN harus dibayar dalam tempo 30 hari setelah putusan. Jika PGN banding maka prosesnya akan tertunda lagi, pembayaran denda juga tertunda.

Tresna menyebut PGN terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-undang nomor 5 tahun 1999 terkait Praktek Monopoli dalam Penentuan Harga Gas Industri di Area Medan, Sumatera Utara.

Tresna menyebut KPPU menilai terlapor (PGN) telah menetapkan harga yang berlebihan (excessive price) dan tidak mempertimbangkan daya beli konsumen dalam negeri ketika menetapkan harga gas kurun waktu Agustus-Nopember 2015.

PBB : Tentara Myanmar Telanjangi dan Perkosa Beramai-ramai Wanita Rohingya

Sehingga dalam persidangan juga terkuak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) cenderung merugikan pelanggan. Sehingga konsumen tidak mendapatkan kompensasi dari suplai gas yang tidak sesuai spesifikasinya.

KPPU menilai dampak praktek monopoli yang dilakukan PGN  merugikan konsumen hingga mencapai Rp. 11,923 miliar.

BAGIKAN