Kasus Ibu Aniaya Anak hingga Tewas, Ini Kata KPAI
Barang bukti

makobar.com – Kasus ibu aniaya anak hingga tewas, yang dilakukan Novi Wanti terhadap GW, anak kandungnya yang baru berusia lima tahun menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap anak. Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Abdul Rozak, sebelumnya tidak pernah ada laporan dari warga sekitar terkait penganiayaan yang dilakukan Novi.

Menurut Abdul, mayoritas warga sekitar tempat tinggal tersangka adalah pekerja yang jarang berada di rumah sehingga tidak begitu mengetahui penganiayaan yang dilakukan ibu muda berusia 25 tahun itu.

Dua Sejoli Diarak Bugil di Tangerang, Polisi Tangkap Lima Pelaku

“Sejauh ini tidak pernah ada yang lapor. Kan tetangganya orang-orang kerja, jadi siangnya tidak ada di rumah. Kalau malam pun kamar pasti ditutup,” ucapnya.

Abdul juga menambahkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan kakak kandung tersangka di rumah sakit. Berdasarkan penuturan kakak korban kepada Abdul, tersangka Novi tidak bekerja dan mendapat biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari keluarganya.

Menurut Ketua RT, tersangka tidak berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Namun tersangka diduga memang sedang dalam kondisi stres.

Ternyata Pasangan yang Ditelanjangi di Cikupa Tak Mesum

Kasus ibu aniaya anak itu terungkap setelah GW tewas pada Sabtu, 11 November 2017. Novi tega menganiaya GW di kamar kos Jalan Asem Raya Nomor 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat karena bocah itu sering mengompol.

Korban ibu aniaya anak tewas setelah disemprot menggunakan cairan pembasmi serangga dan dibekap dengan kantong plastik. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi lemas, balita yang duduk di bangku TK ini akhirnya tewas di perjalanan.

SUMBERTempo.co
BAGIKAN