Home / Uncategorized

Rabu, 7 Juli 2021 - 09:19 WIB

16 Pesawat Tempur China Melintasi FIR Singapura

makobar.com – Terkait insiden 31 Mei lalu yang melibatkan jet tempur China yang melintas tanpa pemberitahuan ke Wilayah Informasi Penerbangan (FIR) Singapura tidak dianggap sebagai ancaman, Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen.

Ng menanggapi pertanyaan Anggota Parlemen Dennis Tan yang meminta penilaian situasional pemerintah.

Setelah 16 pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melewati FIR Singapura atas perairan yang disengketakan oleh China dan Malaysia.

Angkatan Udara Malaysia mengatakan sehari setelah kejadian tersebut, pesawat tempur China terbang melalui FIR Singapura sebelum memasuki ruang udara zona maritim Malaysia dan FIR Kota Kinabalu.

Anggota Parlemen Gerald Giam juga menanyakan berapa banyak penerbangan.

Baca Juga  17 Lokasi di Medan yang Disekat Selama PPKM Darurat

Yang melintas tanpa pemberitahuan seperti itu ke FIR Singapura oleh pesawat tempur China yang terjadi selama setahun terakhir.

Singapura adalah negara kecil dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dan karenanya lebih rentan terhadap ancaman udara.

“Oleh karena itu, Angkatan Bersenjata Singapura mempertahankan unit pertahanan udara dalam siaga tinggi,” kata Ng, seperti dikutipĀ Channel News Asia.

Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) melakukan pengawasan 24/7 di langit kami melalui radar berbasis darat dan pengintaian udar.

“Untuk mendeteksi pesawat tak dikenal atau mencurigakan yang cukup dekat untuk menimbulkan potensi ancaman,” tegasnya.

Baca Juga  Bobby Nasution Hancurkan Bangunan di Kawasan Haritage

RSAF, Ng mengungkapkan, menanggapi rata-rata lebih dari 350 insiden seperti itu setiap tahun. “Insiden spesifik yang dirujuk oleh dua anggota parlemen dalam pertanyaan mereka tidak dianggap sebagai ancaman,” ungkap dia.

Giam kemudian bertanya, bagaimana Singapura bisa memastikan bahwa pesawat negara yang memasuki FIR Singapura tidak memiliki niat bermusuhan.

Dalam mendeteksi pesawat musuh, Ng menjelaskan, RSAF melihat berbagai aspek, seperti pergerakan dan apakah mereka telah mengajukan rencana penerbangan.

Menunjuk pada 350 insiden yang RSAF respons setiap tahun, Ng menambahkan, RSAF harus menggunakan penilaiannya sesuai dengan protokol ketat dalam beberapa kasus tersebut

Share :

Baca Juga

Sinopsis Film Automata: Umat Manusia Diambang Kepunahan

Uncategorized

Sinopsis Film Automata: Umat Manusia Diambang Kepunahan

Uncategorized

Aplikasi Eco-Enzyme sebagai Biosecurity dan Sanitasi Perkandangan pada Peternakan Kambing di Namorambe
Pemko Medan Harus Bebas Pungli

Uncategorized

Pemko Medan Harus Bebas Pungli

Ekonomi

Pelindo 1 Pacu Bisnis Marine Service
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Agus Andrianto

Uncategorized

Kapolri Terbitkan Surat Telegram Terkait Penegakan Hukum Masa PPKM Darurat
Serikat Pekerja Dukung Integrasi Pelindo

Uncategorized

Serikat Pekerja Dukung Integrasi Pelindo

Uncategorized

Harga Minyak Mentah Terjatuh Sekitar 1%
Ilustrasi Korban Covid 19

Internasional

May Day! Asia Tenggara Hadapi Serbuan Wabah Virus Corona