Berita Medan, makobar – Polda Sumut dan jajaran Polres dan Polsek telah mengamankan 104 narapidana yang sempat kabur saat kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Hinai Kabupaten Langkat, Kamis (17/5/2019) 

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi, berdasarkan data yang diterima pihak kepolisian dari Lapas Hinai, sebanyak 154 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang melarikan diri.

“Jadi kita masih mengejar 50 orang lagi,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan.

Ia menyebutkan, 104 warga binaan itu ditangkap dari beberapa daerah. “Belum sempat kabur ke luar daerah Sumut,” terangnya.

Untuk mengantisipasi keributan susulan, pihak kepolisian telah menurunkan personil Brimob 1 SSK dan Sabhara 1 SSK.

“Personil Polres Langkat dan Polsek Hinai sebanyak 100 orang,” ujar dia.

Sampai saat hari ini, kata dia, situasi di Lapas Hinai Kabupaten Langkat sudah dalam kondusif. “Saat ini sudah kondusif,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengimbau kepada para napi Lapas Hinai, Kabupaten Langkat yang kabur untuk segera menyerahkan dirinya.

Namun begitu, Jenderal Polisi bintang dua itu menyampaikan, pihaknya tetap akan melakukan pencarian, serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam mencari para warga binaan yang kabur tersebut. 

“Sebaiknya jalani sisa hukuman. Karena lari bukan menyelesaikan masalah, dan justru malah menambah masalah baru. Jadi serahkan diri, daripada menyesal belakang hari,” ungkapnya, Kamis (16/5/2019).

Disinggung apakah pihak kepolisian akan memberikan tindakan tegas terhadap para tahanan yang tidak mau menyerahkan diri, Agus menyatakan bahwa personel di lapangan sudah tahu untuk berbuat apa.

“Dilapangan tentunya anggota sudah tahu ancamannya, dan tidak perlu diperintah,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kaburnya para tahanan ini dilakukan dengan cara menjebol dan membakar lapas sekitar pukul 13.45 WIB. Akibatnya, sebanyak seratusan napi kemudian melarikan diri.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab para tanahan tersebut melakukan pembakaran. Namun, sempat beredar kabar, kerusuhan itu diawali pertengkaran antara napi dengan sipir (petugas) Lapas.(mc/fan)