‎Kejatisu Segera Tuntaskan Penyidikan Korupsi Dinas PU Sibolga
Kejati Sumut. (Foto/Geosiar)

Sibolga – Kejati Sumut segara menyelesaikan pengusutan kasus ‎dugaan korupsi ‎proyek rigit jalan beton senilai Rp65 miliar, yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sibolga untuk ke-13 tersangka.

‎Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan penyelesaian penyidikan mengingat masa tahanan 12 dari 13 tersangka sudah berakhir. Untuk itu, segera dilimpahkan berkas perkara para tersangka dibagian penuntutan di Kejati Sumut, dalam waktu dekat ini.

“Kita saat ini, fokus pemberkasan untuk ke-13 tersangka, untuk segera dinaikan ke penuntut untuk diadili,” tutur Sumanggar, Selasa (6/2).

Ke-13 tersangka itu, adalah ‎Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Marwan Pasaribu, Ketua Pokja, Rahman Siregar dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)‎, Safaruddin Nasution. Kemudian, Jamaluddin Tanjung Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza Direktur PT Enim Resco Utama, Yusrilsyah Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri, Pier Ferdinan Siregar Direktur PT Arsiva, Mahmuddin Waruwu Direktur PT Andhika Putra Perdana.

Selanjutnya, ‎Erwin Daniel Hutagalung Direktur PT Gamox Multi Generalle, Hobby S Sibagariang Direktur PT Bukit Zaitun, Gusmadi Simamora Direktur PT Andika Putra Perdana, Harisman Simatupang Wadir CV Pandan Indah serta Batahansyah Sinaga Dir VIII CV Pandan Indah.

“Seluruhnya ada 13 tersangka untuk 16 berkas perkara. Karena, ada 16 item pengerjaan di Dinas PU Sibolga yang dilakukan penyidikan dan terindikasi korupsi,” jelas Sumanggar.

Untuk diketahui, 12 tersangka sudah dilakukan penahanan oleh penyidik Kejati Sumut, beberapa waktu lalu. Para tersangka itu, ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Tanjunggusta Medan. Sedangkan, Marwan Pasaribu tidak dilakukan penahanan, alasan penyidik Kejati Sumut sedang sakit jantung.

Lanjut, Sumanggar menjelaskan para tersangka terjerat dalam tindak pidana korupsi pada pemerintahan Kota Sibolga terkait dengan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan 13 kontrak peningkatan Hotmix menjadi Perkerasan Beton Semen (Rigib Beton).

“Proyek ini bersumber dari DAK tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 pada jalan mesjid dengan nilai kontrak sebesar Rp 65 miliar. Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPK RI sebesar Rp 10 miliar, ” ungkapnya‎. (abg)