Oknum Polisi Keroyok Jurnalis, Kompolnas: Itu Pidana, Jangan Ragu Menindak !
Ilustrasi

makobar.com – Oknum Polisi Keroyok Jurnalis, Kompolnas: Itu Pidana, Jangan Ragu Menindak !.

Anggota Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Andrea Hynan Poeloengan, mengaku sudah menerima laporan terkait kasus penganiayaan terhadap jurnalis Okezone, Saldi Hermanto. Ia dikeroyok oleh oknum anggota Dalmas Polres Mimika, Jayapura.

Andrea mengatakan, dari informasi yang diterimanya, ada 9 anggota Polri yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap Saldi. Kesembilannya adalah Bripka Y, Brigadir SB, Bripda M, Bripda S, Bripda MR, Bripda DS, Bripda EB, Bripda IG dan Bripda AS.

PT Sagami Indonesia Diharapkan Menyerap Tenaga Kerja Lokal

“Para pelaku tersebut sementara diamankan di tahanan Polsek Miru. Menurut saya, jika memang Saldi Hermanto dapat menunjukkan identitas kompetensinya sebagai insan pers atau ada kaitannya dengan liputan, maka delik yang digunakan terhadap para penyerang adalah delik tindak pidana terhadap pers. Jika tidak, ya gunakan pidana umum,” ungkap Andrea, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, peristiwa tersebut sudah masuk dalam kategori pidana dan harus ditindak tegas meski pun yang melakukan penganiayaan adalah anggota polisi.

“Ini sudah pidana, sehingga jangan ada keragun lagi untuk menindak dan memprosesnya secara pidana. Biarkan urusan pelanggaran disiplin dan kode etik Polri belakangan sesudah diputus pidanannya,” tegas dia.

Lulusan S3 Universitas of Wollongong, Australia jurusan Center For Transnational Crime Prevention ini menambahkan, penanganan kasus dan pelaku yang ditahan sebaiknya diambil alih Polres atau Polda.

“Ditkrimsus Polda Jayapura juga harus segera melakukan penyidikan terhadap Saldi sebagai bentuk anti-diskriminasi, setiap warga haknya sama di hadapan hukum. Sebelumnya disampaikan bahwa peristiwa itu berawal dari Saldi yang memposting status di FB,” tandasnya.

Pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap Wartawan Okezone, Saldi Hermanto di Timika, Papua pada Sabtu, 11 November 2017, juga disayangkan sejumlah pihak. Kasus ini pun diharapkan diusut tuntas.

Cerita Pengendara Ojek “Online” yang Antar Helmi Temui Dokter Lety

“Menurut saya pribadi, apapun bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh orang lain, apalagi oleh aparat kepolisian harus diproses secara hukum,” kata praktisi pers Imam Wahyudi yang juga anggota Dewan Pers, Senin (13/11/2017).

Sebelumnya dikabarkan Saldi, diciduk oleh 8 polisi ketika ia sedang berkumpul dengan teman-temannya sesama wartawan di Timika. Dia lalu dibawa ke suatu pos polisi dan dipukuli di sana.

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon mengakui sekelompok anggotanya mengeroyok Saldi hingga babak belur pada Sabtu 11 November malam sekira pukul 22.50 WIT.

Pengeroyokan ini diduga karena status Facebook Saldi yang mengkiritisi cara aparat kepolisian dalam meredakan keributan di pasar malam, beberapa jam sebelumnya.

SUMBEROKEZONE.com
BAGIKAN

Jadilah yang Pertama