Rekam dan Terbitkan
Rekam dan Terbitkan "KIA" Disdukcapil Pakpak Bharat Datangi Masyarakat. (Foto/Ist)

makobar.com – Demi Terwujud  kepedulian yang tinggi dan bentuk pelayanan yang prima pada masyarakat, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pakpak Bharat lakukan proses ‘jemput bola’ atau mendatangi langsung masyarakat yang akan dilayani. Seperti yang terlihat saat melakukan pelayanan perekaman dan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) di TK Negeri Mitokona, Jalan Lae Ordi Salak.

“Hampir seluruh anak didik TK.Negeri Mitokona telah dilakukan perekaman KIA. Proses ini dapat berlangsung dengan baik karena seminggu sebelum pelaksanaan, Disdukcapil melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak sekolah,” ujar Kepala Disdukcapil, Petrus Saragih SE MM dilansir dari laman resmi pakpakbharatkab.go.id, Minggu (12/11/2017).

Baca Juga : Dinas PU Medan Normalisasi Drainase Jalan Eka Warni

Menurut Kadis, sesuai dengan Permendagri nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak adalah langkah pemerintah untuk memenuhi hak masyarakat khususnya anak-anak yang belum berusia 17 tahun. “Perlu diketahui selama ini anak-anak tidak memiliki identitas sebelum berusia 17 tahun. Jadi dengan adanya Permendagri tersebut, anak-anak dibawah 17 tahun dari mulai PAUD, TK, SD, SMP dan SLTA dapat memiliki kartu identitas yang disebut dengan KIA,” jelasnya lagi.

Kadis mengungkapkan, sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 471.13-112/dukcapil/2017 tanggal 13 Januari 2017 tentang Penetapan Kabupaten Kota sebagai Pelaksana Penerbitan KIA Tahun 2017, Kabupaten Pakpak Bharat adalah salah satu dari sekian banyak Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia yang diberi kewenangan oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan penerbitan KIA.

Baca Juga : OTT di Dinas Pendidikan Langkat, Ini Tanggapan Ngogesa

Keberhasilan ini bukan didapatkan dengan mudah, karena harus ada prestasi yang dicapai oleh sebuah Kabupaten/Kota sehingga berhak melakukan penerbitan KIA sebagaimana yang dilakukan Kabupaten Pakpak Bharat. Keberhasilan itu adalah kepemilikan Akta Kelahiran anak 0-18 tahun harus mencapai target nasional yakni 78 persen dari jumlah anak 0-18 tahun yang wajib memiliki akta kelahiran yang ada di setiap Kabupaten. “Puji Tuhan kita telah mencapai 96 persen lebih,” ujar Petrus.

Adapun syarat-syarat pembuatan kartu identitas antara lain foto copy akta kelahiran anak dan menunjukkan akta kelahiran asli, foto copy Kartu Keluarga (KK) atau wali bagi anak yang menumpang di KK orang lain, KTP Elektronik orang tua (foto copy) dan asli, surat nikah atau akta nikah orang tua, pas photo anak yang berusia di atas 5 tahun ukuran 2×3 cm 2 lembar.

Baca Juga : Dinas Perikanan Asahan Optimis Mampu Serap Anggaran 2017

“Untuk itu semua orang tua harus mengurus administrasi kependudukannya masing-masing seperti KTP Elektronik, Akta Perkawinan dan Akta Lahir Anak, sehingga anak tidak terhambat dalam pengurusan Kartu Identitas Anaknya. Jika kita menyayangi anak, salah satunya dengan menyiapkan dengan baik dokumen administrasi kependudukannya,” pungkasnya seraya menambahkan adapun manfaat KIA adalah sebagai kartu identitas anak tersebut, dapat digunakan sebagai pembukaan rekening bank, kebutuhan sekolah dan lain lain.(mc/min)

Jadilah yang Pertama