Militer terlihat tengah melihat kedatangan para jurnalis saat tiba di kota Marawi yang hancur setelah ISIS. (AFP/Ted Aljibe
Militer terlihat tengah melihat kedatangan para jurnalis saat tiba di kota Marawi yang hancur setelah ISIS. (AFP/Ted Aljibe

makobar.com – MANILA, Militan Pro- ISIS membunuh enam tentara dan melukai empat lainnya di Pulau Basilan, sebelah selatan Filipina.

Menurut juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, pada Jumat (10/11/2017), pasukan tentara sedang fokus membersihkan kelompok pemberontak yang tersisa, setelah mendapatkan kembali Marawi yang sempat dikuasai militan.

Baca Juga : Presiden Filipina Mengaku Terbiasa Keluar Masuk “Penjara” Saat Remaja

Dilansir dari Strait Times, militer Filipina memindahkan operasinya di Pulau Basilan setelah mengakhiri pertempuran selama lima bulan melawan militan pro-ISIS di Mawarawi.

“Kami mengejar elemen Abu Sayyaf yang berada di Basilan. Sampai saat ini, telah terjadi baku tembak yang dilaporkan kepada kami, khususnya pagi ini,” ucapnya.

Keenam tentara yang tewas tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (8/11/2017) sore, setelah pasukan melakukan pencarian Abu Sayyaf sub-komando Furiji Indama.

Namun, terjadi pertikaian yang sengit dengan kelompok militan itu di kota Sumisip.

Sementara, pemerintah Filipina belum dapat menentukan jumlah militan yang tewas dan terluka dalam pertempuran selama empat jam tersebut.

Baca Juga : Setelah Tur Asia, Trump Segera Tentukan Sikap Terhadap Korea Utara

“Kami kan terus mengejar Abu Sayyaf dan menghentikannya,” kata juru bicara militer lainnya, Jo-Ann Petinglay.

Militan Abu Sayyaf telah melakukan sejumlah aksi pemboman, pemenggalan, pemerasan, dan penculikan. Kelompok itu juga ambil bagian dalam penyerangan di Marawi pada Mei lalu. (mc/min)

Jadilah yang Pertama