Makobar.com – Pasangan suami istri asal Amerika Serikat dan Kanada akhirnya dibebaskan oleh kelompok bersenjata Haqqani di Pakistan merupakan sekutu Taliban dari Afghanistan. Mereka ditawan hampir lima tahun dan melahirkan tiga anak selama disandera.

Dilansir dari laman Reuters, Jumat (13/10), pasutri itu bernama Joshua Boyle asal Kanada dan Caitlan Coleman dari AS. Mereka diculik ketika melancong ke Afganistan lima tahun lalu. Saat itu Caitlan sedang mengandung.

Menurut kabar diterima dari orang tua Boyle, anak beserta istri dan cucu mereka berhasil diselamatkan oleh pasukan Pakistan. Sempat terjadi tembak menembak antara keduanya karena serdadu Pakistan menyergap kendaraan penculik. Dia sangat berterima kasih karena pasukan Pakistan berhasil menyelamatkan anak, menantu, serta cucunya.

“Anak saya mengatakan saat itu dia disekap di bagasi mobil. Ketika mobilnya disergap, dia mendengar penculiknya hendak membunuhnya. Namun, mereka keburu tewas ditembak pasukan Pakistan. Anak saya juga terluka terkena serpihan akibat kontak senjata,” kata orang tua Boyle seperti dikutip dari The Toronto Star.

Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan terima kasih kepada Pakistan atas usahanya membebaskan pasutri itu. Meski demikian, di balik itu kedua negara masih saling curiga. Sebab, AS menuding Pakistan gagal memerangi kelompok bersenjata bertalian dengan organisasi dianggap sebagai teroris seperti Al Qaidah dan Taliban. Mereka bersembunyi di daerah terpencil dan kerap menculik orang asing buat meminta tebusan.

“Kerjasama pemerintah Pakistan adalah tanda kalau mereka menghormati harapan AS supaya meningkatkan keamanan di negara mereka,” kata Trump.

Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, meminta supaya media massa memberi ruang bagi privasi pasutri itu. “Joshua, Caitlan, dan ketiga anak serta keluarga besar mereka telah mengalami masa sulit selama lima tahun. Kami siap mendampingi mereka buat pemulihan,” kata Freeland.

Meski demikian, belum diketahui kapan pasutri itu bakal dipulangkan. Ibu Boyle, Linda, mengaku sudah sangat ingin bertemu setelah dikabarkan anaknya dibebaskan dari penculik. Dia dijanjikan bakal bertemu dalam beberapa hari.

“Kami sudah menunggu,” kata Linda.

Kabarnya, militer AS sudah mengirim pesawat buat menjemput mereka pulang, tetapi Boyle kabarnya enggan kembali. Boyle sebelumnya pernah menikah dengan adik dari napi terorisme ditahan di Penjara Guantanamo. Namun, keduanya bercerai dan mantan iparnya dipulangkan ke Kanada.

SUMBERMerdeka.com
BAGIKAN

Jadilah yang Pertama