Diduga Hendak Melarikan Diri, Terduga Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Aceh Ditangkap di KNIA
Diduga Hendak Melarikan Diri, Terduga Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Aceh Ditangkap di KNIA

makobar.comDiduga Hendak Melarikan Diri, Terduga Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Aceh Ditangkap di KNIA.

Medan – Petugas Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bekerjasama Polres Deli Serdang, berhasil meringkus Ridwan (22), terduga pelaku pembunuhan sadis sekeluarga di Aceh, Rabu (10/1/2018) malam.

Ridwan yang merupakan warga Dusun Kulam Beude Desa Paya Seumantok Kecamatan Krueng Sabe Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh tersebut diduga kuat sebagai tersangka pelaku pembunuhan sekeluarga warga Tionghoa di Gampong Mulia, Banda Aceh.

Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan terhadap tiga orang sekeluarga itu. Iya menyebutkan, pelaku berinisial WAN dan H, ditangkap sekira pukul 18.00 di Lantai I Bandara KNIA.

Baca juga : Sadis ! Satu Keluarga Keturunan Tionghoa Asal Medan Dibunuh

“Benar (penangkapan). Saat ini sudah kami serahkan ke Polda Sumut untuk menunggu team dari Polda Aceh untuk penyerahan tersangka,” katanya saat dikonfirmasi Waspada melalui telepon seluler.

Sementara Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan bahwa keberhasilan penangkapan ini berkat kerjasama dengan Polres Deli Serdang.

“Itu berkat kerjasama kita dengan Polres Deli Serdang. Tersangka yang kita tangkap ini memang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan yang kabur dari Aceh,” ujar Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (10/1/2018) malam.

Baca juga : Gerebek Kampung Narkoba, Tiga Pengedar Diamankan

Dijelaskannya, tersangka ditangkap ketika berada di lantai I Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) Deli Serdang. Diduga, tersangka hendak melarikan diri setelah menghabisi korban Minarni (40), pemilik gudang grosir di Jalan Panglima Polem Ujung Gp Mulia Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Tersangka juga menghabisi Callietos NG (8), di ruang tengah dengan kondisi kepala terpisah dengan badan diduga bekas bacokan, Tjisun (45), ditemukan di kamar mandi dengan kondisi telungkup dan kepala hampir putus diduga bekas bacokan.

Peristiwa sadis itu terungkap diawali 8 Januari 2018 sekira pukul 20.30 WIB, keluarga korban yang berada di Medan menelpon tetangga korban (saksi), Eka (34). Kepada saksi ditanyakan keluarga korban, kenapa handphone korban sudah empat hari tidak dapat dihubungi (tidak aktif).

Baca juga : Serem…Gerebek Bandar Narkoba, Polisi Dihujani Batu

“Eka menjawab tidak tahu. Selanjutnya, keluarga korban meminta Eka mengecek rumah korban. Sekira pukul 20. 45 WIB, Eka beserta suaminya melapor ke kadus. Karena rumah korban tertutup rapat, selanjutnya pak kadus melapor ke Polsek Kuta Alam guna memastikan keadaan rumah korban,” terang sumber.

Selanjutnya, sekira pukul 22.10 WIB, Kapolresta, Kasat Reskrim beserta anggota, kasat Intel beserta anggota dan Kapolsek Kuta Alam beserta anggota mengecek langsung ke TKP dan membuka paksa pintu rumah korban dan melihat kondisi TKP berantakan dan lantai bersimbah darah serta terdapat tiga mayat. (mc/min)