Luhut Binsar Panjaitan Perintahkan Susi Pudjiastuti Berhenti Tenggelamkan Kapal, Ini alasannya
Luhut Binsar Panjaitan Perintahkan Susi Pudjiastuti Berhenti Tenggelamkan Kapal, Ini alasannya

makobar.com – Luhut Binsar Panjaitan Perintahkan Susi Pudjiastuti Berhenti Tenggelamkan Kapal, Ini alasannya.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan rapat koordinator bersama dengan sejumlah Menteri yang berada di bawah koordinasinya, Senin (8/1/2018).

Dalam rapat tersebut, Luhut Binsar Panjaitan memerintahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk berhenti menenggelamkan kapal.

“Perikanan (KKP), sudah diberitahu tidak ada penenggelaman kapal lagi. Iya (tahun ini). Cukup lah itu (penenggelaman), sekarang kita fokus bagaimana meningkatkan produksi supaya ekspor kita meningkat,” kata Luhut.

Luhut mengatakan, nantinya kapal-kapal yang melanggar akan disita untuk dijadikan aset negara.

Baca juga : JR Saragih ‘Pede’ Bisa Kalahkan Eramas di Pilgubsu 2018

“Disita lah, (untuk aset) iya. Nanti kita ingin jangan lagi stranded (terdampar) kapal tadi. Tadi Pak Menteri Perhubungan juga menyampaikan tidak ingin ada lagi kapal-kapal berhenti begitu saja. Sudah cukup tiga tahun ini,” kata Luhut.

Selanjutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan harus fokus meningkatkan produksi dalam negeri ketimbang menenggelamkan kapal. Cuma, Luhut mengatakan, bukan tidak mungkin penenggelaman kapal masih bisa dilakukan bila ada hal-hal khusus yang dilanggar.

“Sekarang kita ingin lihat ke depan. Semua orang sudah tahu negeri kita tegas. Kalau memang ada, nanti bukan tidak mungkin ditenggelamkan, suatu ketika bisa saja kalau ada pelanggaran khusus tapi tidak seperti sekarang. Sekarang bicara soal produksi,” terang Luhut.

Luhut mengatakan aksi Susi dalam menenggelamkan kapal pencuri selama tiga tahun ini telah cukup untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia merupakan bangsa yang tegas. Oleh sebab itu, Luhut mengaku sudah saatnya KKP untuk fokus dalam hal produksi ekspor ikan.

Baca juga : Berkas Belum Lengkap, JR-Ance Pulang dengan ‘Tangan Kosong’

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, mengatakan memang sudah saatnya Susi untuk berhenti menenggelamkan kapal. Dirinya mengusulkan agar kapal-kapal pencuri tersebut lebih baik dihibahkan kepada nelayan yang membutuhkan.

“Menurut kami sesuai dengan masukan Pak Luhut, diberikan saja (kapal) kalau sudah inkrah secara hukum kepada nelayan-nelayan yang membutuhkan,” katanya kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, langkah Susi dalam menenggelamkan ratusan kapal selama tiga tahun ini sudah cukup memberikan shock therapy kepada para pencuri ikan. Saat ini, Yugi mengatakan, sudah saatnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengedepankan kesejahteraan para nelayan.

“Jadi mau berapa ratus kapal lagi yang ditenggelamkan, untuk shock terapy sudah cukup menurut saya. Jadi kita berpikir realistis, bukan tidak nasionalis dan bukan tidak memikirkan kepentingan kita. Kalau shock terapi itu di mana-mana sekali saja jadi cukup lah penenggelaman kapal,” katanya.

Baca juga : Sadis ! Satu Keluarga Keturunan Tionghoa Asal Medan Dibunuh

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budi Wibowo, juga mengatakan memang sudah seharusnya KKP juga mulai fokus untuk menggenjot produksi ekspor ikan dalam negeri.

Kendati begitu dirinya tidak mau ikut berkomentar soal larangan penenggelaman kapal tersebut.

“Setuju sekali mengingat ekspor perikanan kita turun selama Pemerintahan (Presiden) Jokowi. Saya setujunya yang peningkatan ekspor, yang tentang peneggalaman kapal saya no comment,” pungkasnya. (mc/min)