makobar.com-Partai Golkar dan Partai Nasdem resmi mendukung pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah pada Pilgub Sumut.
Dengan dialihkannya dukungan ini, gubernur petahana Tengku Erry Nuradi yang sebelumnya diusung kedua partai itu terancam gagal bertarung sebagai peserta pemilu.
Namun ternyata peluang Ketua DPW Partai Nasdem itu masih ada. Mantan Bupati Sergai itu masih bisa berharap pada Partai Demokrat dan PPP
“Boleh dibilang Tengku Erry menunggu keajaiban dengan keputusan Golkar ini,” kata Arifin Saleh Siregar, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Tengku Erry yang awalnya didukung Golkar (17), NasDem (5), PKB (3) dan PKPI (3), belakangan ditinggalkan satu per satu pendukungnya. Selain Golkar dan Nasdem,  PKPI juga telah menerbitkan surat dukungan kepada pasangan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian. Bupati Simalungun JR Saragih merupakan ketua DPD Partai Demokrat Sumut, sedangkan Ance adalah ketua DPW PKB Sumut.
Dengan kondisi ini, praktis  hanya Partai Demokrat (14), Hanura (10), PPP (4), dan PKB (3), yang belum menyampaikan dukungan resmi. Di antara partai itu, hampir dipastikan ada yang bakal digandeng PDIP (16) untuk mencapai syarat minimal mendukung Djarot Saiful Hidayat.
Persoalan lain, kader Demokrat, JR Saragih sejak jauh hari melakukan sosialisasi dan menunjukkan hasratnya menjadi calon gubernur. Tapi, apa pun dapat terjadi, karena  DPP partai lah punya kuasa untuk mengusung calon.
“Jadi kita tinggal menunggu kebijakan dari SBY (Ketua Umum DPP Partai Demokrat), bisa saja dia mendukung Tengku Erry. Artinya, Tengku Erry menanti keajaiban,” sebut Arifin.
Menurutnya, apa pun masih dapat terjadi hingga pasangan calon benar-benar mendaftar.
“Kalau sekadar deklarasi atau surat masih dapat berubah, Tengku Erry itu pun sudah pernah dapat surat dukungan dari Golkar. Jadi kita tunggu saja sampai mereka benar-benar mendaftar,” jelasnya.
Sekedar diketahui,  tambahan dukungan dari Golkar (17 kursi di DPRD Sumut) dan Nasdem (5 kursi)  membuat pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah atau dikenal dengan Edy-Ijeck kini didukung gabungan partai 50 kursi. Sebelumnya mereka telah bulat mengantongi dukungan dari Partai Gerindra (13), PKS (9), dan  PAN (6).