DPRD Kota Medan
DPRD Kota Medan

makobar.comKomisi A DPRD Medan Apresiasi Polrestabes Medan.

Medan – Akhir Desember 2017, Polrestabes Medan berhasil mengungkap dua kelompok begal sadis di Medan. Dari enam pelaku yang diamankan, tiga diantaranya ditembak mati karena berupaya melawan petugas. Keberhasilan mengungkap kasus begal sadis ini mendapat apresiasi dari Komisi A DPRD Medan.

Hanya saja, komisi yang membidangi urusan hukum dan pemerintahan ini menyarankan, untuk memutus mata rantai tindak kejahatan jalanan tersebut, oknum penadah harus diberlakukan tindakan serupa.

“Kesempatan ini kami berkewajiban ingatkan kepada Kapolrestabes Medan yang baru, Bapak Kombes Pol Dadang Hartanto untuk bertindak tegas terhadap penadah-penadah sepeda motor curian. Karena tanpa peran penadah atau oknum yang menampung, takkan mungkin pelaku begal gampang menjual barang curiannya,” kata Anggota Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu, Kamis (4/1/2018).

Dia menjelaskan, pelaku kejahatan jalanan (street crime) sudah sangat meresahkan masyarakat Medan. Karenanya perlu ada tindakan tegas seperti tembak di tempat terhadap pelaku-pelaku kejahatan tersebut.

“Kami melihat belum ada (tindakan) ke arah itu. Kita memang apresiasi upaya tembak di tempat terhadap pelaku begal, namun jangan lupakan oknum-oknum penadah ikut berperan memuluskan tindakan kriminal seperti itu. Mereka-mereka ini jugalah yang harus dibasmi,” katanya.

Terlepas dari itu semua, politisi Golkar ini menyebut perlu dicari apa akar masalah atas tingginya angka kriminal di Medan. Menurut dia, tidak lain hal itu dipicu oleh peredaran narkoba yang makin massif dewasa ini.

“Satu hal lagi karena ada penadah yang menampung barang-barang hasil curian pelaku kriminal ini. Begitu juga oknum-oknum pengedar narkoba, yang makin pintar mendistribusikan barang haram tersebut kepada anak-anak produktif untuk merusak masa depan generasi kita. Makanya jangan lagi dikasih ampun, baik terhadap pengedar kecil, pengedar besar dan penadah itu. Samakan tindakannya dengan pelaku-pelaku kriminal seperti begal,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut proaktif membantu tugas polisi. Disamping itu harus mau memanfaatkan kecanggihan teknologi berupa aplikasi ‘Polisi Kita’, guna melaporkan setiap kejadian yang terjadi di lingkungan masyarakat itu sendiri.

“Efek narkoba ini menjalar ke mana-mana, seperti prostitusi, begal, jambret, pemerkosaan dan lainnya. Ini penyakit paling berat saat ini dan musuh bangsa kita bersama di zaman now. Generasi kita bisa punah dan tidak punya moral yang baik lagi bila sudah memakai narkoba. Inilah yang harus kita berantas bersama-sama,” katanya.

Baca Juga :

Diberitakan sebelumnya, pada 27 Desember 2017 petugas gabungan dari Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur mengungkap dua kelompok begal sadis di Medan. Dari enam pelaku, tiga diantaranya ditembak mati karena melawan petugas. Ketiga pimpinan begal yang tewas ditembak yakni Raja Amin Siregar alias Raja (33), warga Jalan Beringin, Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung. Safaruddin Siregar alias Serak (38), warga Jalan Denai Gang Muslim, dan M Egi Rival alias Egi (23), warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Gang Keluarga, Medan Denai. Dari keterangan polisi, ketiganya sudah puluhan kali beraksi.

Polisi juga menangkap tiga anggota rampok lainnya. Mereka adalah M Ridho Padang alias Ridho (24), warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Medan Denai, M Ihsan Siregar alias Ihsan (27), warga Jalan Beringin Pasar VII Tembung, dan Arif Fadillah alias Kibo (26), warga Jalan Pasar III Tembung, Gang Alimarta. (mc/Alian)