Sudah 5 hari Iran Diguncang Aksi Unjuk Rasa, 14 Tewas 400 Orang Ditangkap
Sudah 5 hari Iran Diguncang Aksi Unjuk Rasa, 14 Tewas 400 Orang Ditangkap

makobar.com – Sudah 5 hari Iran Diguncang Aksi Unjuk Rasa, 14 Tewas 400 Orang Ditangkap.

Dubai – Memasuki hari ke 5 unjuk rasa di Iran yang berlangsung sejak Kamis (28/12) hingga Senin (01/01) malam telah menewaskan 14 orang, termasuk seorang anggota polisi.

Para demonstran menyerang pos-pos polisi Senin tengah malam tadi, lapor kantor berita dan media massa Iran. Pasukan keamanan mati-matian membendung tantangan terberani terhadap kepemimpinan mullah sejak gejolak 2009.

Video-video di media sosial memperlihatkan bentrok di pusat kota Qahderijan antara pasukan keamanan dengan pengunjuk rasa yang berusaha menduduki sebuah pos polisi yang memicu kebakaran.

Sudah 5 hari Iran Diguncang Aksi Unjuk Rasa, 14 Tewas
Sudah 5 hari Iran Diguncang Aksi Unjuk Rasa, 14 Tewas 400 Orang Ditangkap.

“Presiden tidak akan mentoleransi mereka yang merusak properti publik, melanggar aturan dan menciptakan kerusuhan dalam masyarakat,” kata Rouhani seperti dikutip Reuters.

Baca juga : Rusia Kirim Pesawat Pengebom ke Indonesia, Australia Waspada

Bagaimanapun Presiden Rouhani menyadari adanya keluhan atas situasi ekonomi, kurangnya transparansi maupun korupsi sambil sekaligus membela kebijakannya.

Rakyat, menurutnya, sepenuhnya bebas untuk mengungkapkan kritik atas pemerintah atau menggelar aksi unjuk rasa dengan ‘cara yang bisa mengarah pada peningkatan kondisi negara’ dan memperingatkan penentangan atas aksi kekerasan.

Namun protes berlanjut sepanjang malam dan polisi menggunakan gas air mata serta meriam air untuk membubarkan unjuk rasa di Alun-alun Engheleb di ibu kota Teheran.

Unjuk rasa juga dilaporkan berlangsung di Kermanshah dan Khorramabad di sebelah barat Iran, Shahinshahr di barat daya, dan kota di Iran utara, Zanjan.

Berawal di kota terbesar kedua Iran, Mashhad, pada Kamis pekan lalu, unjuk rasa ini merupakan ungkapan penentangan atas pemerintah yang terbesar setelah protes untuk menentang hasil pemilihan presiden 2009 lalu, yang kemudian dibungkam dengan tindakan kekerasan aparat.

Baca juga : Hari Pertama Kerja, Walikota Dzulmi Eldin Lakukan Sidak Disdukcapil

Ada kemarahan yang meluas dan bergelora di Iran, di bawah penindasan dan memburuknya perekonomian. Sebuah kajian oleh BBC Persia menemukan secara rata-rata orang Iran lebih miskin 15% selama 10 tahun belakangan.

Unjuk rasa tetap terbatas dalam kantong-kantong kecil dan sebagian besar pengunjuk rasa adalah kaum muda pria yang menuntut mundurnya rezim ulama.

Namun aksi menyebar ke kota-kota kecil di seluruh negeri dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi besar.

Bagaimanapun tidak ada kepemimpinan yang jelas. Tokoh-tokoh oposisi sudah lama dibungkam atau dibuang ke pengasingan dan tidak ada tokoh yang kuat di pengasingan yang bisa memiliki pengikut yang besar.

Beberapa pengunjuk rasa menyerukan kembalinya sistem kerajaan dan putra mantan Syah Iran, Reza Pahlevi, yang mengasingkan diri ke Amerika Serikat sudah mengeluarkan pernyataan mendukung pengunjuk rasa.

Akan tetapi tanda-tandanya memperlihatkan bahwa dia, sama seperti orang-orang lainnya, tidak mengetahui ke mana arahnya unjuk rasa ini.

Baca juga : Berpenampilan “Sporty” Presiden Jokowi Resmikan Kereta Bandara. Jokowi : Ntar Bosan Kalau Pakai Jas Terus

Sementara itu Garda Revolusioner Iran, IRGC, sudah memperingatkan bahwa para pengunjuk rasa akan menghadapi ‘tangan besi’ bangsa jika kerusuhan politik terus berlangsung.

IRGC merupakan badan yang berpengaruh yang berhubungan langsung dengan pemimpin agung Ayatollah Ali Khamenei dan bertujuan untuk melindung sistem Islam di negara itu.

Para wartawan melaporkan bahwa keterlibatan mereka secara resmi untuk menghadapi unjuk rasa akan merupakan eskalasi yang signifikan.

Sudah 5 hari Iran Diguncang Aksi Unjuk Rasa, 14 Tewas
Sudah 5 hari Iran Diguncang Aksi Unjuk Rasa, 14 Tewas 400 Orang Ditangkap.

Hingga saat ini sekitar 400 orang dilaporkan sudah ditangkap, termasuk 200 orang yang berunjuk rasa di Teheran pada Sabtu (30/12) lalu.

Pihak berwenang juga sudah melakukan pembatasan atas media sosial -yaitu Telegram dan Instagram- karena kekhawatiran digunakan untuk menjalin unjuk rasa.

Baca juga : Pesawat Tabrak Gunung, 2 Pilot dan 10 Warga AS Tewas

Media pemerintah mulai menyiarkan beberapa rekaman gambar tentang unjuk rasa ini namun terfokus pada kaum muda yang menyerang bank-bank dan kendaraan bermotor serta bendera Iran yang dibakar, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Sementara rekaman video yang diperoleh BBC Persia memperlihatkan polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa di sebuah persimpangan besar di Teheran.

Unjuk rasa ini awalnya memprotes meningkatnya harga-harga dan kesulitan ekonomi namun kemudian berkembang menjadi ungkapan politik di beberapa tempat dengan seruan menentang Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Hassan Rouhani, dan campur tangan Iran dalam politik kawasan. (mc/min)