Introspeksi Diri Ilustrasi
Introspeksi Diri Ilustrasi

MENGULANG KAJI – INTROSPEKSI AKHIR TAHUN

makobar.com – Pergantian tahun merupakan momen penting bagi kita untuk introspeksi (muhasabah), melihat kembali apa yang telah kita kerjakan pada masa yang lalu untuk berbuat lebih baik di sisa waktu untuk di masa depan.

Tulisan ini semoga dapat memberi sedikit pencerahan kepada kita diakhir tahun, bagaimana meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, amiin.

Secara umum pergantian tahun senantiasa dilaksanakan diberbagai daerah secara berlebihan terkesan berhura-hura yang diiringi, bunyi letusan mercon dan kembang api.

Meski demikian, setidaknya, karena tradisi itu terjadi di sekitar kita maka sebaiknya kita bisa menyikapinya atau mengajak orang lain memanfaatkannya dengan cara yang baik.

Cara yang tepat dengan adanya pergantian tahun adalah dengan muhasabah diri atau introspeksi diri. Muhasabah adalah melakukan evaluasi, dan bersikap kritis kepada diri sendiri agar senantiasa secara terus menerus memperbaiki kekurangan dalam beramal dan meningkatkan qualitas iman.

Bermuhasabah berarti mencoba mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada sepanjang tahun dan membangun program kerja peningkatan ibadah ditahun selanjutnya.

Kelebihan yang diberikan Allah akan dimanfaatkan untuk menambah meraih kebaikan yang lebih baik.

Sementara kekurangan dijadikan sebagai momentum memperbaiki diri agar lebih baik dari waktu ke waktu.
Demikian keadaan orang yang aktif melakukan muhasabah diri.

Introspeksi dengan melakukan renungan tentang umur, harta, kesempatan, dan waktu yang Allah berikan kepada kita. Untuk apa umur kita selama ini? Dari mana kita memperoleh harta dan ke mana harta tersebut kita keluarkan? Bagaimana kita memanfaatkan kesempatan yang ada? Dan dengan apa kita mengisi waktu hidup ini?

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Nabi mengajarkan kepada kita untuk muhasabah lewat sabdanya;

“Orang yang beruntung adalah orang yang menghisab dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu serta berangan-angan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. Turmudzi).

Setelah melakukan suatu amal, hendaknya seseorang melakukan muhasabah kembali, apakah amalnya sudah bermanfaat bagi orang lain atau belum, jika sudah bermanfaat, sejauh mana manfaat tersebut, sedikit atau banyak, jika masih sedikit hendaknya ditingkatkan kembali.

Melihat amal perbuatan yang dikerjakannya belum sempurna, maka hendaknya disempurnakan kembali di masa mendatang.

Amal perbuatannya yang belum ikhlas, hendaknya diusahakan untuk benar-benar ikhlas karena Allah di masa-masa mendatang, dan seterusnya.

Sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab RA berkata:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوْهَا قَبْلَ أَنْ تُوَزِّنُوا، فَإِنّ أَهْوَنَ عَلَيْكُمْ فِي الحِسَابِ غَداً أَنْ تُحَاسَبُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْم، وتُزَيِّنُوا للْعَرْضِ الأكْبِر، يَوْمَئِذ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَ

artinya :
“Bermuhasabalah atas diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab pada hari kiamat, dan timbanglah amal kalian di dunia ini sebelum nanti ditimbang pada hari kiamat. Sesungguhnya kalian akan merasa ringan dengan bermuhasabah pada hari ini untuk menghadapi hisab kelak. Dan berhiaslah kalian (dengan amal sholeh) untuk menghadapi hari pameran agung. Pada hari itu perbuatan kalian akan ditampilkan tidak ada yang tersembunyi sedikitpun.”

Orang yang muhasabah, akan selalu berusaha untuk memperbanyak amal kebaikan, ini dilakukan karena kita menyadari, selama ini, kita telah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan hal yang tidak bermanfaat.

Jika ditahun 2017 ini kualitas iman belum terlalu baik insya Allah ditahun 2018 Allah SWT masih memberikan kesempatan, waktu, kesehatan, akal fikir yang cerdas, petunjuk dan hidayahNya agar dapat bersegera memperbaiki kualitas iman yang lebih baik.

SEMOGA BERMANFAAT

(Tauhid Ichyar)