Donald Trump Dikecam, Buku IPS SD Malah Memuat Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel
Donald Trump Dikecam, Buku IPS SD Malah Memuat Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

makobar.comPengakuan Donald Trump Dikecam, Buku IPS SD Malah Memuat Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel.

Tanggerang Selatan – Disaat banyak kecaman atas pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kini justru viral di media sosial terkait buku pelajaran sekolah dasar (SD) yang berisi keterangan yang sama.

Dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 6 SD itu, pada halaman 15 disebutkan, Benua Asia terbagi 5 wilayah, yakni Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Sedangkan Israel masuk salah satu dari sejumlah negara di wilayah Asia Barat, dengan ibu kota Yerusalem.

Baca juga : Realisasi Penggunaan Dana Desa Tidak Masif, Jokowi Urung Naikkan Dana Desa 2018

Padahal, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden AS beberapa hari lalu telah memicu pergolakan di banyak negara. Pemimpin dunia, termasuk Presiden Joko Widodo mengecam keras atas pengakuan sepihak AS itu.

Belum diketahui secara detail dimana buku IPS itu beredar. Hingga kini buku bercover depan warna abu-abu itu masih ramai diperbincangkan. Hanya ada file buku berbentuk Portable Document Format (Pdf) yang bisa diakses maupun di-download dari halaman https://drive.google.com/file/d/0BxWfzwt3ebPKNTByb3ZSaXJOazA/view.

Donald Trump Dikecam, Buku IPS SD Malah Memuat Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel
Donald Trump Dikecam, Buku IPS SD Malah Memuat Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

“Belum ada laporan, masih kami cek,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, Taryono, saat dikonfirmasi terkait keberadaan buku sekolah itu di wilayah Tangsel, Selasa (12/12/2017).

Terkait hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan sudah menarik tautan tersebut dari situs Kemendikbud. Dia mengatakan ada ketidakcermatan hingga e-book tersebut diunggah.

Baca juga : Ditantang Jokowi, Kaesang Luncurkan Aplikasi Kuliner “Madhang.id”

“Buku tersebut sejak pagi ini sudah dihapus dalam daftar BSE Kemendikbud,” kata Muhadjir lewat pesan singkat, Selasa (12/12/2017).

“Itu sebuah kekhilafan yang memalukan. Menurut Kapuskurbuk (kepala pusat kurikulum dan perbukuan) buku tersebut masuk BSE tahun 2008. Ada ketidakcermatan Tim Penilai Buku dalam menetapkan buku tersebut sebelum diunggah ke laman BSE Kemendikbud,” sambungnya.

Muhadjir mengatakan sudah meminta kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad untuk menelusuri hal tersebut.

“Saya sudah meminta Dirjen Dikdasmen untuk menelusuri siapa yang harus bertanggung jawab atas kehilafan tersebut,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Selain BSE, di media sosial juga beredar foto buku pelajaran serupa dalam bentuk cetak. Di buku tersebut juga tertulis Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (nomor 7).

Baca juga : Perppu Ormas Telah Disahkan Menjadi UU, Gugatan Uji Materi Ditolak MK

Sementara untuk Palestina (nomor 12) tak ada nama ibu kota yang tertulis. Belum diketahui pasti penerbit buku tersebut.

Muhadjir mengatakan buku tersebut tetap berlaku. Namun akan diralat oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) hingga diedarkan kembali.

“Bukunya tetap berlaku, bagian yang salah diralat. Nanti Puskurbuk akan segera mengedarkan ralatnya,” ungkap Muhadjir. (mc/min)