Kementerian Perhubungan menyatakan pemerintah terus mengakselerasi pembangunan jalan tol untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dari negara-negara lain. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Kementerian Perhubungan menyatakan pemerintah terus mengakselerasi pembangunan jalan tol untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dari negara-negara lain. (CNN Indonesia/Safir Makki)
makobar.com – Indonesia Masih Kalah Jauh Dari Malaysia Soal Jalan Tol

SERANG – Indonesia yang masih ketertinggalan soal jalan tol dari malaysia mempercepat pembangunannya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pemerintah terus meningkatkan kecepatan dalam pembangunan jalan tol untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dari negara-negara lain.

hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Sugihardjo. Ia Membenarkan, Indonesia yang telah membangun jalan tol sejak tahun 1975 nyatanya masih kalah dengan Malaysia ataupun China dari segi panjang jalan tol.

“Pasca zaman SBY, hanya 647 kilometer jalan tol. Malaysia sudah 4 ribu kilometer. China udah banyak banget,” katanya saat menjadi pembicara dalam diskusi di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Senin (4/12/2017).

Meskipun demikian, Sugihardjo menyatakan pemerintahan Presiden Jokowi mampu mempercepat proses pembangunan jalan tol hingga mencapai 1000 kilometer di seluruh Indonesia pada saat ini.

“Tol Trans Sumatera terus dikerjakan hingga 2018. Trans Jawa nantinya hingga Banyuwangi akan tersambung. Dalam lima tahun (membangun) 1000 kilometer jalan tol,” jelasnya.

Baca Juga :

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah telah mengalami perubahan pola pikir pembangunan yang tak lagi hanya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ataupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sugihardjo menjelaskan jika keuangan negara saat ini hanya mampu mendanai pembangunan infrastruktur sebesar 30 persen. Sedangkan 70 persen sisanya berasal dari investor swasta. Namun, aset tersebut tetap dimiliki oleh negara.

“Jadi investasi dibuka seluasnya untuk pembangunan infrastruktur negara. Jadi kami harus cari pembiayaan kreatif, tapi kendali (pembangunan) ada di kami. Sesuai Nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran,” jelasnya. (mc/min)