Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi Resmi Mundur Dari TNI
Edy Rahmayadi.

makobar.comPangkostrad Letjen Edy Rahmayadi Resmi Mundur Dari TNI.

Jakarta – Letjen TNI Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Pangkostrad dan memilih pensiun dini.

Edy Rahmayadi pun akan fokus mempersiapkan diri sebagai peserta di Pemilihan Gubernur Sumut 2018.

Dikutip dari Kumparan.com, Pengunduran diri ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI No. Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Betul (mundur dari Pangkostrad). Kan mau Gubernur,” kata Edy pada kumparan (kumparan.com), Selasa (5/12).

Baca juga : Warga 2 Desa di Tobasa Nikmati Listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Posisi Edy akan digantikan oleh Mayjen TNI Sudirman yang saat ini menjabat sebagai Asops KSAD.

Edy yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu menyatakan diri siap maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara pada Pilkada 2018.

“Doain ya,” imbuh dia.

Selain Edy, Panglima TNI juga merotasi 84 perwira tinggi lainnya. Sebanyak 46 Pati dari jajaran TNI AD, 28 Pati dari jajaran TNI AL, dan 11 Pati dari jajaran TNI AU.

Pangkostrad Letjend TNI Edy Rahmayadi telah lama menyatakan berniat maju pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 mendatang.

Tidak ada tawar-menawar bagi Edy. Ketua Umum PSSI itu menyebut tidak mau menjadi sosok nomor dua alias bakal calon wakil gubernur.

Edy tetap kukuh ingin maju sebagai Bakal Calon Gubernur Sumut meskipun bila nanti ada partai yang hendak mengusungnya sebagai Bakal Wakil Gubernur Sumut.

Baca juga : Idrus Marham Bantah Adanya Rapat Pleno DPP Partai Golkar

Hal ini dinyatakan Edy usai mengisi acara di GBKP Runggun Setia Budi Jalan Ngumban Surbakti, Minggu (17/9/2017).

“Saya tidak mau. Saya pengin jadi nahkoda, bukan pembantu nahkoda. Kita sudah putuskan itu, tidak ada tawar-menawar. Saya tak mau nomor dua,” kata Edy.

Selain tak ingin jadi nomor dua, Edy juga blak-blakan bilang tidak mau “dikawinkan” partai. Edy ingin dirinya sendiri yang memilih sosok yang akan mendampinginya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur.

“Yang kedua saya tidak mau dikawinkan, saya sendiri yang mencari istri (calon wakil),” katanya.

Pada kesempatan ini, Edy mengatakan sudah ada partai yang bersedia mengusungnya. Namun, partai itu belum resmi mendeklarasikan dan mengekspos ke publik terkait dukungan itu.

Edy mengaku menghormati hal iniĀ  sehingga dirinya juga masih enggan menyebut secara gamblang nama partai tersebut.

Baca juga : Prihatin Kondisi Golkar, Titiek Soeharto Siap Jadi Caketum

Menurut Edy, satu di antara alasan partai itu belum menyatakan deklarasi dukungan resmi karena masih menghormati statusnya saat ini. yakni Pangkostrad TNI sekaligus Ketua Umum PSSI.

Waktu itu, Edy mengatakan, dirinya akan mengundurkan diri pada saat KPU Sumut resmi membuka pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023.

“Di situ lah saya akan mengundurkan diri. Itu yang paling lambat,” pungkasnya.

Dalam Surat Keputusan KPU Sumut Nomor 86 Tahun 2017 tentang tahapan, program dan jadwal Pilgub Sumut 2018, jadwal pendaftaran pasangan calon ditetapkan pada 8-10 Januari 2018.(zack)