Terpidana mati dituntut hukuman mati karena kirim 25 Kg sabu. ©2017 Merdeka.com
Terpidana mati dituntut hukuman mati karena kirim 25 Kg sabu. ©2017 Merdeka.com
makobar.com – Kendalikan Narkoba dari Lapas, Jaksa Kembali Tuntun Terpidana Mati

MEDAN – Terpidana mati bandar sabu kelas kakap Togiman alias Toge kembali dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut. Togiman yang terjerat hukunam mati untuk ke dua kalinya, telah mengatur pengiriman 25 kg sabu asal Malaysia dari dalam penjara.

Sidang tuntutan itu berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/12/2017) sore. Sidang dipimpin majelis hakim, Saidin Bagariang dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Tarihoran.

Jaksa menyatakan, para terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika. Selain Toge, terdapat 4 terdakwa lainnya yang terlibat dalam hal ini yakni Thomson Hutabarat, Abdul, Wagimun dan Sugiarto. Keempatnya dituntut hukuman seumur hidup

“Meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki dan menguasai narkotika golongan I bukan tanaman dengan jumlah lebih dari 5 gram,” ujar Dewi.

Baca Juga :

Seperti diketahui, kasus ini diungkap BNN di Jalan Gatot Subroto, Medan pada Mei 2017 lalu. Para terdakwa menyimpan sabu dalam kotak fiber pendingin dengan menggunakan mobil pikap.

Saat disergap, petugas dari BNN menemukan 25 bungkus sabu-sabu. Dalam pemeriksaan, sabu ini dipesan Toge dari dalam Lapas Tanjung Gusta.

Selain kasus itu, Toge juga terlibat dalam lingkaran narkotika. Bandar sabu kelas kakap ini ditangkap karena mengatur peredaran sabu-sabu yang jumlahnya 21,425 kilogram. Selain sabu, juga 44.849 butir pil ekstasi. Atas hal itu, hakim menjatuhkan hukuman mati kepada Toge. (mc/min)