Petugas menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta, Rabu (8/11). Nilai tukar rupiah rupiah terkoreksi 0,08 persen menjadi Rp13.526 per dollar Amerika Serikat (AS), dari sebelumnya berada pada posisi Rp 13.524 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (7/11). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye/17
Petugas menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta, Rabu (8/11). Nilai tukar rupiah rupiah terkoreksi 0,08 persen menjadi Rp13.526 per dollar Amerika Serikat (AS), dari sebelumnya berada pada posisi Rp 13.524 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (7/11). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye/17

makobar.com – Kurs rupiah kembali melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), Senin (13/11). Di pasar spot, rupiah melemah 0,06% ke level Rp 13.552 per dollar AS. Sedangkan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) menunjukkan pelemahan rupiah 0,3% ke level Rp 13.555 per dollar AS.

Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas mengatakan, minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat rupiah melemah terhadap dollar AS di perdagangan hari ini. Padahal, Jum’at (10/11/2017) lalu, data neraca pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III 2017 dirilis oleh pemerintah.

Data tersebut mencatat nilai NPI mengalami surplus US$ 5,4 miliar. “Harusnya data NPI berefek pada pergerakan rupiah di hari Senin, namun nyatanya tidak,” kata Lana.

Ia pun menyebut bahwa pelemahan rupiah hari ini bersifat wajar mengingat posisi dollar AS yang juga menguat terhadap sejumlah mata uang dunia. Untuk besok, Lana memperkirakan kurs rupiah cenderung bergerak secara terbatas.

Sebab, belum ada sentimen dalam negeri yang bisa mendorong mata uang Garuda secara siginifikan. Sentimen berskala besar kemungkinan baru akan terjadi pada hari Rabu (15/11) nanti, ketika pemerintah merilis data neraca perdagangan untuk kuartal III.

Begitu pula dari sisi eksternal. Menurut Lana, agenda pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yallen, mengenai kondisi perekonomian terkini AS belum tentu melemahkan rupiah. “Biasanya yang berpengaruh besar data-data seputar manufaktur dan tenaga kerja,” ujarnya.

Prediksi Lana, kurs rupiah terhadap dollar AS akan bergerak di kisaran Rp 13.540—Rp 13.570 per dollar AS untuk esok.

(mc/min)

Jadilah yang Pertama