Duterte pegang senapan AK-47. ©2017 Malacanang Presidential Photo/Handout via REUTERS
Duterte pegang senapan AK-47. ©2017 Malacanang Presidential Photo/Handout via REUTERS

makobar.com – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku pernah menikam seseorang sampai tewas saat masih remaja. Tidak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah keluar masuk penjara karena kenakalannya.

Duterte mengungkapkan hal itu kepada masyarakat Filipina di Kota Danang kemarin, jelang pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang akan diadakan di Manila.

Baca Juga : Kelompok Milisi Serang Kantor TV Kabul Dengan Granat Peluncur Roket

“Saya pernah membunuh seseorang, orang yang benar-benar nyata. Saya berkelahi lalu menusuknya. Saat itu saya masih berusia 16 tahun, apalagi sekarang saat saya jadi presiden?” ungkapnya, dikutip dari laman AFP, Jumat (10/11).

“Ketika masih remaja, saya terbiasa keluar masuk penjara. Saya berkelahi di sini dan di sana,” lanjutnya.

Namun, semua pengakuan Duterte itu belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab asisten Duterte telah berulang kali mengatakan kepada wartawan untuk tidak mempercayai semua yang dikatakan Duterte, mengingat pria 72 tahun itu sering bergurau dan senang mengatakan hal-hal yang hiperbola.

Dalam pidatonya yang menggebu-gebu itu juga, Duterte kembali menegaskan akan pentingnya kampanye untuk melawan narkoba. Dia bahkan mengancam akan menampar pelapor hak asasi manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena berani mengkritik kebijakan anti-narkobanya.

Baca Juga : Tiga Kapal Induk AS Latihan Perang Bersama, di Pasifik

Duterte yang dikenal dengan karakternya yang keras, tidak segan-segan menggunakan bahasa kasar untuk membalas kritik yang diterimanya karena berusaha memerangi narkoba di Filipina.

Sejak Duterte menjabat sebagai presiden 16 bulan lalu, sudah ada 3.967 orang yang dibunuh tanpa diadili atas nama narkoba. Sekitar 2.290 orang terbunuh memang terbukti terlibat dengan narkoba namun sisanya masih belum diketahui tentang keterlibatannya. (mc/min)

Jadilah yang Pertama