Jet Tempur U.S. Navy F/A-18 Super Hornet di atas Kapal Induk USS Ronald Reagan. (Reuters/Kim Hong-Ji)
Jet Tempur U.S. Navy F/A-18 Super Hornet di atas Kapal Induk USS Ronald Reagan. (Reuters/Kim Hong-Ji)

makobar.com – Tiga kapal induk Amerika Serikat akan menggelar latihan gabungan di bagian barat perairan Samudera Pasifik. Latihan perang bersama itu merupakan yang pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, menyusul situasi yang memanas di Semenanjung Korea.

“Operasi tersebut menunjukkan komitmen kuat Washington terhadap stabilitas dan keamanan kawasan yang berkelanjutan,” kata Komandan Armada AS di di Pasifik, Scott Swift, seperti dilaporkan AFP, Kamis (9/11).

Baca Juga : Kapal induk USS Kawal Presiden Trump Saat Berkunjung Ke Seoul

Ketiga kapal induk USS Ronald Reagan, USS Nimitz, dan USS Theodore Roosevelt akan melakukan operasi terkoordinasi di perairan internasional. Latihan tersebut digelar bertepatan dengan lawatan Presiden Donald Trump ke China dalam rangkaian tur perdananya selama 12 hari di Asia.

Menurut Swift, operasi tersebut merupakan latihan bersama pertama yang melibatkan tiga kapal induk AS di kawasan sejak 2007. Latihan akan berlangsung pada 11-14 November mendatang.

“Latihan gabungan dua kapal induk saja sangat langka. Apalagi tiga sekaligus,” kata Swift seperti dikutip AFP.

Ketiga kapal perang AS itu akan melakukan latihan pertahanan udara, pengawasan laut, pelatihan pertahanan tempur udara, dan serangkaian operasi lainnya.

Baca Juga : Kelompok Milisi Serang Kantor TV Kabul Dengan Granat Peluncur Roket

USS Reagan telah lebih dulu beroperasi di Armada Angkatan Laut AS Ketujuh di Samudera Hindia dan bagian barat Samudera Pasifik. Bertolak dari Pangkalan Militer AS di Okinawa, USS Reagan telah lebih dulu melakukan sejumlah latihan maritim gabungan bersama Korea Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Adapun USS Nimitz dan USS Roosevelt baru bergabung di perairan tersebut pada akhir Oktober lalu. Roosevelt dan Nimitz didampingi sembilan kapal penjelajah dan penghancur yang dilengkapi sistem anti-peluru kendali Aegis, kunci pertahanan melawan kemungkinan serangan Korea Utara.

Isu Korea Utara menjadi prioritas Trump dalam lawatannya kali ini. Terutama setelah uji coba nuklir keenam negara di Asia Timur itu sekitar awal September lalu di tengah isolasi dan kecaman internasional. Presiden AS ke-45 bersama Perdana Menteri Shinzo Abe pun sepakat mengetatkan sanksi dan embargo bagi Korea Utara saat bertemu di Tokyo pada awal pekan ini.

Baca Juga : Setelah Tur Asia, Trump Segera Tentukan Sikap Terhadap Korea Utara

Di hadapan Parlemen Korea Selatan, Trump memperingatkan rezim Kim Jong-un untuk tidak menantang Amerika dengan senjata rudal dan nuklirnya. Ia bersumpah akan melindungi sekutu dan melawan segala bentuk ancaman Korea Utara. Trump menegaskan negaranya tidak terintimidasi sedikit pun oleh provokasi negara terisolasi itu.

Selama lawatan di China, Trump diperkirakan bakal meyakinkan Presiden Xi Jinping agar lebih kuat menekan Pyongyang, sekutu Beijing. Konglomerat asal New York itu nampaknya juga akan meminta China menerapkan sanksi yang lebih keras terhadap Korea Utara.(mc/min)

Jadilah yang Pertama