makobar.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras terjadinya penganiayaan siswa oleh oknum guru bernama Ma’in di satu SMP yang berada di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah ini dipicu karena masalah sepele. Karena ananda korban dianggap ‘kurang ajar’ dengan sengaja memanggil si guru tanpa menggunakan kata “pak”.

Siswa SMP Negeri yang berinisial RHP kini terbujur lemah di IGD RSUD Kota Pangkalpinang setelah korban pemukulan guru tersebut.

“Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekadar ditampar, tapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,”kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Kamis (9/11/2017) seperti rilis yang diterima makobar.com.

Selain sadis, kata Retno, oknum guru tersebut melakukan aksi kekerasannya dihadapan siswa yang lain dan bahkan sempat upaya dilerai oleh siswa lain. “Tetapi sang guru malah makin meningkatkan aksi kekerasannya. Bahkan terjadi juga pelemparan kursi,”ujarnya.

Guru semacam ini, sambung Retno, sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi.

“Yang bersangkuta harus dievaluasi secara kepegawaian oleh dinas terkait apakah masih patut menjadi guru atau tidak,”katanya.

(mc/fun)