makobar.com – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Asahan kembali memakan korban jiwa, kali ini korbanya bernama Imam Faisal (24) warga Dusun I desa Teluk Dalam Kec.Air Batu karyawan di PT. DPI desa Gajah Sakti Kecamatan Bandar Pulo, Senin petang (11/9) sekitar pukul 18.30 WIB.

Informasi dihimpun dilapangan, kejadian itu berawal saat korban bersama rekan kerjanya sedang melakukan perbaikan pada treser (bantingan buah,red) dengan cara mengelas dan korban Imam Faisal saat itu ditugasi menyirami percikan api dengan air, diduga korban tidak memakai alat pelindung diri (APD) sehingga terjatuh dan masuk kedalam Conveyor.

“Diduga tidak memakai APD yang memadai sehingga jatuh kedalam conveyor “, tuturnya.

Baca Juga : Pengendara Sepedamotor Tewas Terlindas Ban Truk

Begitu melihat korban jatuh dan masuk kedalam conveyor mesin langsung dimatikan oleh pekerja lainnya, korban mengalami luka robek dibagian kaki, perut dan diduga tewas seketika, cukup mengenaskan kondisinya saat dibawa ke Puskesmas setempat, tambahnya.

Masih menurut sumber yang bisa dipercaya, kejadian itu baru dilaporkan pihak manajemen PKS PT.DPI ke Polsek Bandar Pulo sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung ditindak lanjuti dengan melakukan cek TKP, kemudian membawa korban tewas ke Puskesmas.

Sementara menurut keterangan singkat dari Kapolsek Badar Pulo AKP M Surbakti, setelah mendapat laporan terkait ada kejadian yang menewaskan salah sorang pekerja di PKS PT.DPI pihaknya langsung terjun dan melakukan cek TKP serta mengumpulkan keterang sejumlah saksi, kemudian membawa korban tewas ke Puskesmas.

Baca Juga : Staf Khusus Kemenkumham Sidak Lapas Lubuk Pakam, Kalapas Prayer Manik Bilang Begini

Pihak keluarga membuat pernyataan agar korban tewas tidak dilakukan outopsi, karena sudah menerima kematian anggota keluarganya.

“Dugaan sementara korban tewas akibat terjatuh dan masuk ke dalam conveyor,” jelas M Surbakti.

Hal senada juga disampaikan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara dalam pesan singkatnya melalui grup what shapp Info kerang satu.

“Kejadian benar adanya dan masih dalam penyelidikan pihaknya,” ujar AKP Bayu Putra Samara.